Kamis, 26 Januari 2012

Sentimentil Anak Kos

Oke jangan terlalu terpengaruh sama judul! Plis jangan!! Karena pos kali ini pure curhat bete aku. Silahkan pasang anti virus galau nya. Cek masih pake pentium berapa dirinya, kalo jadul silahkan diganti yang baru. Silahkan rapalkan do'a, dan perkuat diri anda dengan quote-quote Mario Teguh, SUPER SEKALII!

Cek..cek..tes..tes..aku keren cek..
Oke gila aku keren banget! (?)

Jadi gini..
Alkisah Sabtu, 14 Januari 2012, aku yang lagi gak enak badan, meriang, lelah,lesu,lina,linu, mendapatkan telepon. Telepon pun kuangkat, seneng juga ada yang telepon, kebetulan lagi butuh temen ngobrol. Pas diliat, oke itu nomer gak dikenal. Oke gak papa, siapa tau itu cowo bule (well who knows?)

Tiba-tiba terdengar suara lelaki yang tanpa ba-bi-bu, tanpa assalamu'alaikum langsung ngomong, "Halo, lagi dimana?". Jelas illfeel duunn!. Gila lo siape, gue siape, main nanya lagi dimana (kasarnya begitu). Oke aku pun langsung nanya dengan keselnya "Ini siapa???!!". Dia jawab lagi, "Iih saudara sendiri masa gak kenal, yang sering maen ke rumah. Siapa hayo? coba dipikirin dulu suara siapa ini?". Saat itu pikiran aku, ini cowo ditanya malah nanya lagi, emangnya dia siapa? presenter kuis? asisten praktikum kimia saya? dosen biologi umum saya? bukan kan?! kecuali kalau dia bawa hadiah milyaran rupiah gak papa!.

Saya pun melakukan meditasi yoga sejenak....
*Pembicaraan selanjutnya dalam bentuk dialog (sinetron mode on)

Aku : "Ini siapa? serius! kalo gak aku matiin!"
Cowo : "Iih jangan! coba dipikirin dulu..
Aku : *pikirku Udeh ye, dari mendaki gunung lewati lembah, berguru pada kera sakti dan doraemon, bertapa di air terjun, sampe kenalan sama Wiro Sableng tetep gak dapet nama situ!!
Cowo : Ayo dipikir lagi <<<------(ASLI RESE BANGETT!)
Aku : Mas *****s ??
Cowo : Nah itu tau!

Oke itu dialog itu tadi adalah puncak "ke-bego-an" aku, yang sampai saat ini aku nyesel banget udah nyebutin nama saudara aku. Cause, it was how i started my own problem!!!. Ibarat kondisi saat itu adalah kampret sekampret kampretnya kampret!.

Singkat cerita, cowo itu lagi ada masalah dengan polisi karena nabrak seorang anak, dan masalahnya lagi diproses. Dia lagi di rumah sakit dan gak bawa banyak uang, so mau gak mau polisi itu harus nalangin biaya perawatan anak yang ditabrak cowo itu. Cowo itu akhirnya minjem uang aku dengan nominal Rp ****** (gak niat ngasih tau -___-) . Dan aku harus ngasihin uang itu berupa pulsa sejumlah nominal tadi kepada polisi kuaaammmpret itu. Well, kenapa aku pinjemin uang aku? karena polisi kampret itu membuat seakan-akan penyelesaian masalah yang dihadepin cowo itu ada ditangan aku, kaya hidup dan mati cowo itu ada ditangan aku. Bisa bayangin dong didorong-dorong perasaan iba dan aku nya juga pengen cepet-cepet selese. Well, aku kirimin lah pulsa (sumpah ini puncak ketololan level sejuta!).

Dan polisi itu gak stop begitu aja, dia minta kirimin uang lagi. Jumlahnya lebih besar. Saat itulah aku sampai puncak kesabaran!. Aku marah-marah sambil nangis, teleponpun diputus sama polisi itu karena aku yang mulai emosi. Aku telepon bapak, dan bilang kalo cowo yang ngaku sebagai saudaraku itu nelepon minta uang sama aku. Dalam sekejap bapakku tau kalo aku KENA TIPU!!!! 


Seluruh isi gembiraloka keluar semua dari mulut aku!. Taman Safari Pasuruan, Cisarua sampe Ragunan Jakarta kebagian kesebut!. Thanks banget gila buat lo..lo penipu kelas teri udah buat mulut saya kotor!. If i were in front of you, i would like to slap you using my highheels. Dan thanks banget mereka udah berani nelpon bapak saya, karena kalo gak, mereka pasti masih berani nelpon-nelpon saya. Big thanks to my dad for the heroic act (gila dibentak beneran bro sama bapake haha). Alhamdulillah beliau gak marah, malah ngehibur aku yang nangis sesenggukan :")

Dan begitulah cerita berakhir bahagia. Kejahatan bisa terjadi dimana saja, selama ada kesempatan, disitulah ada para kampret-kampret mania beraksi. WASPADALAH!! WASPADALAH!!

Just wanna share my 'apes' moment. Be careful wherever you are. Salam anak kos!

Peace, Love, and Gahoel~


Tidak ada komentar:

Posting Komentar